school and education

Hubungi Kami

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Improving, Patient Care, Diagnostic, Research , And Pain Education.




  • image

    Selamat Datang

    Selamat datang di website Neuropaindonesia.org

    Learn more


  • image

    IMPROVING PATIENT CARE, DIAGNOSTIC, RESEARCH, AND PAIN EDUCATION

      Learn more


  • image

    Gabung di Forum Diskusi Neuropaindonesia.org

    Learn more

Selamat datang di website Neuropain-Indonesia.org

Prof. dr. KRT Lucas Meliala, Sp.S(K) Sang Inspiratif.



Inilah julukan Prof. dr. KRT Lucas Meliala, Sp.S(K). Dokter Spesialis Saraf RSUP Dr Sardjito. Pria bersahaja kelahiran Membang muda, Rantau Prapat, Sumatera Utara, 22 September 1941 ini menyimpan kisah panjang yang patut jadi teladan. Sampai-sampai, Keraton Mangkunegaran Solo, menganugerahkan gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT).

Gelar kehormatan ini lazimnya diberikan kepada orang Jawa, utamanya kerabat dekat raja. Menurut Prof Lucas, sejak 1970, ia merintis bidang ilmu saraf di wilayah Surakarta. Embrionya di RS Mangkubumen dan kemudian dikembangkannya di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS). “Saya memulai sejak belum ada UNS. Masih di Fakultas Kedokteran Universitas Pembanguan Nasional (UPN) Solo,” katanya. Selain berhasil ‘menerobos’ kekokohan tembok keraton, pria Batak ini punya masa lalu sangat menarik.

Penuh perjuangan, sebagai sulung 10 bersaudara —plus dua adik angkat— dari keluarga Pasangan Maliala yang berpenghasilan minim.

“Bapak saya pegawai rendahan di dinas kesehatan, jabatannya mantri malaria. Untuk menopang hidup, ibu harus kerja keras. Banting tulang di kebun dan sawah,” ungkapnya. Di usia enam tahun ia sudah diberi tanggung jawab mengasuh adik-adik selagi bapak bekerja dan ibu pergi ke sawah. Sambil mengasuh 11 saudaranya itu, Lucas masih harus merampungkan pekerjaan rumah lain. Seiring perjalanan usia, tanggung jawab yang diemban bertambah. Mulai ikut bekerja di sawah dan ladang. Sementara tugas mengasuh anak, dioper ke salah satu adik yang dianggap mampu. Hebatnya, meski kerja keras, prestasi belajarnya cukup menonjol. Barangkali inilah yang membuat kedua orangtuanya mendorong agar Lucas melanjutkan studi ke Yogyakarta.

Tentu, kedua orangtuanya tak pernah menyangka bahwa akhirnya Lucas membeli becak dari menjual buku-buku kuliahnya, lalu bersama isterinya mengelola modal dari kredit di bank sampai punya 41 buah becak. Hasil menyewakan becak inilah yang digunakan untuk melanjutkan kuliahnya. Sampai sekarang masih banyak orang menyebut Lucas Meliala sebagai Dokter Becak. Berbicara tentang nyeri, semua praktisi medis tentu akan mengaitkan dengan sosok Prof. Lucas. Banyak karya ilmiah tentang nyeri yang telah beliau telurkan baik di tingkat nasional maupun internasional. Karya-karya ilmiahnya berisikan materi mulai dari biomolekuler hingga petunjuk klinis praktis tentang nyeri.

Eksistensi beliau dalam ilmunya, telah mendudukannya dalam berbagai jabatan, diantaranya: Ketua Pokdi Nyeri Persatuan Dokter Saraf Seluruh Indonesia (Perdossi), Ketua Indosnesia Pain Study, anggota The International Association for The Study of Pain (IASP), dll. Tak heran kiranya, materi materi menarik dari sang ahli selalu dinantikan baik dalam bentuk buku, publikasi ilmiah, dan seminar saminar ilmiah. Dikutip dari : http://drlucasmeliala.blogspot.co.id/2011/10/dr-lucas-meliala-sang-inspiratif.html https://clinicalupdates2011.wordpress.com/tag/prof-dr-krt-lucas-meliala/

DIAGNOSTIC. RESEARCH. PAIN EDUCATION.

DIAGNOSTIC

Penatalaksanaan terkini nyeri, guidelines diagnostik dan teurapetik, laporan penelitian dan publikasi artikel ilmiah.
Learn more

RESEARCH

Penatalaksanaan terkini nyeri, guidelines diagnostik dan teurapetik, laporan penelitian dan publikasi artikel ilmiah.
Join Now

PAIN EDUCATION

Penatalaksanaan terkini nyeri, guidelines diagnostik dan teurapetik, laporan penelitian dan publikasi artikel ilmiah.
See Reports

Talk to us

085 888 5555